Skip to main content

Karena dalam industri publishing musik, satu karya cipta biasanya dianggap sebagai aset hak ekonomi yang harus punya administrasi dan kepemilikan yang jelas. Kalau satu lagu didaftarkan ke dua publisher berbeda secara bersamaan, sistem royalti bisa menjadi kacau.

Beberapa alasan utamanya:

1. Menghindari double claim royalti

Misalnya lagu kamu diputar di Spotify, TikTok, radio, atau dipakai di TV. Publisher A dan Publisher B sama-sama mengklaim lagu yang sama.

Akibatnya:

  • Royalti bisa tertahan,
  • Pembayaran ditolak,
  • salah satu pihak menggugat klaim pihak lain.

Di database LMK/CMO seperti Wahana Musik Indonesia atau publisher internasional, satu komposisi idealnya punya data ownership yang sinkron.

2. Publisher bekerja berdasarkan hak administrasi/pengelolaan

Saat lagu masuk ke publisher, biasanya publisher mendapat hak untuk:

  • Mendaftarkan karya
  • Menarik royalti
  • Melakukan pitching
  • Sinkronisasi film/iklan
  • Monetisasi digital.

Kalau ada dua publisher berbeda tanpa pembagian yang jelas:

  • Siapa yang berhak memberi izin?
  • Siapa yang menerima pembayaran?
  • Siapa yang bertanggung jawab atas sengketa?

Karena itu sistem publishing membutuhkan chain of ownership yang jelas.

3. Kontrak publishing umumnya bersifat eksklusif

Banyak publisher memakai:

  • Exclusive Publishing Agreement
  • Co-Publishing Agreement
  • Administration Agreement

Dalam kontrak eksklusif, lagu yang sudah masuk katalog mereka tidak boleh dikelola publisher lain selama masa kontrak berjalan.

4. Database musik global harus konsisten

Lagu biasanya terhubung ke:

  • ISWC
  • ISRC
  • Metadata songwriter
  • Ownership split
  • Collecting society.

Kalau satu lagu muncul dengan publisher berbeda dan persentase berbeda:

  • Sistem bisa mendeteksi konflik,
  • Royalti “black box” (tertahan),
  • Distribusi menjadi gagal.

5. Publisher juga mengeluarkan investasi

Publisher kadang:

  • Memberi advance
  • Promosi
  • Pitching
  • Networking
  • Legal protection.

Karena itu mereka membutuhkan hak eksklusif agar data katalog publisher yang terdaftar tidak dipakai publisher lain secara bersamaan.

Yang masih memungkinkan adalah:

  • Co-publishing,
  • Sub-publishing luar negeri,
  • Admin publishing,
  • Kontrak lama selesai.

Jadi inti utamanya bukan karena “judul lagunya sama”, tetapi karena hak pengelolaan dan klaim ekonominya tidak boleh tumpang tindih tanpa struktur yang jelas.

Gita Mutiara

Akrab disapa dengan panggilan Gitmut, ia dikenal sebagai seorang design grapher sekaligus articlewriter muda, dimana ia telah mempunyai sejumlah karya kreatif yang dituangkan ke dalam akun media sosial Mahar Pustaka Nusantara. Beberapa diantaranya adalah artikel yang di publikasikan melalui website maharpustaka.id

Berawal Dari Pengalaman Patah Hati Dari Sang Kekasih, Vais Randi Merilis Singlenya Berjudul “Isolasi Hati”News

Berawal Dari Pengalaman Patah Hati Dari Sang Kekasih, Vais Randi Merilis Singlenya Berjudul “Isolasi Hati”

Gita MutiaraGita Mutiara26 September 2023 Read More
Yendri Huddami Ciptakan Lagu Spesial untuk Single Terbaru Erie SuzanNews

Yendri Huddami Ciptakan Lagu Spesial untuk Single Terbaru Erie Suzan

Gita MutiaraGita Mutiara6 August 2025 Read More
“Hapuslah Air Matamu” Jadi Karya Terbaru Arief Putra yang Menyentuh HatiNews

“Hapuslah Air Matamu” Jadi Karya Terbaru Arief Putra yang Menyentuh Hati

Gita MutiaraGita Mutiara17 January 2026 Read More