
Sebagai pembuka perjalanan musik di tahun 2026, Aftershine kembali menyapa pendengar lewat single terbarunya, “Legan”. Sebuah masterpiece karya cipta yang ditulis oleh Hasan, didukung vokal perempuan dari Damara De yang memberi nuansa harmonis pada lagu ini. Lagu ini menggabungkan unsur musik pop Jawa dan dangdut koplo yang menjadi ciri khas Aftershine.
Lirik dan musiknya menghadirkan cerita yang dalam dan penuh perasaan. “Legan” mengungkapkan pengalaman emosional seseorang yang mencintai dengan tulus, mendampingi pasangannya saat sedih dan sepi, tetapi kemudian menyadari bahwa dirinya hanyalah tempat singgah sementara — bukan pilihan utama dalam hidup pasangannya.
Dalam bahasa Jawa, istilah legan sendiri bisa diartikan sebagai seseorang yang hanya singgah atau hadir sementara, tanpa niat untuk menetap atau menjalin hubungan serius. Ini menjadi benang merah dalam tema lagu yang penuh dengan rasa pasrah dan ikhlas meskipun hati masih mencintai.
Lirik “Legan” menggambarkan perjalanan perasaan dari yang semula penuh harapan hingga menerima kenyataan pahit. Tokoh dalam lagu berusaha ikhlas saat mengetahui bahwa kehadirannya hanya menjadi pengisi sepi sebelum pasangannya menemukan orang lain. Meski rasa sayang masih kuat, ia belajar menerima keadaan dan mencoba pasrah demi ketenangan hati.
Pesan yang tersirat dalam lagu ini sangat kuat: terkadang mencintai bukan berarti memiliki, dan menerima kenyataan bisa menjadi bentuk cinta yang paling tulus.
Video musik “Legan” yang diunggah di kanal YouTube AFTERSHINE Official langsung menarik perhatian banyak penonton dalam waktu singkat setelah rilis. Video ini bahkan sempat masuk dalam daftar trending Indonesia, menampilkan juga tokoh populer seperti Ria Ricis dalam perannya yang mendukung narasi emosional lagu.
“Legan” menjadi bukti bahwa Aftershine terus berkembang dalam menghadirkan musik yang tidak hanya enak didengar, tetapi juga penuh makna dan cerita yang bisa dirasakan oleh banyak pendengar, terutama mereka yang sedang atau pernah mengalami kisah cinta yang rumit.


